Sapardi Djoko Damono boleh dibilang Maestro, penyair kontempore <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Sapardi Djoko Damono boleh dibilang Maestro, penyair kontemporer. Puisinya ringan tapi dalem dan lebih menyukai mengunakan bahasa alam sebagai kiasan. Hasilnya justru di situlah poin plus puisi-puisi Sapardi. Yang paling ngetop dan familiar yaitu puisi Sapardi “Aku Ingin”( Udah ditulis lengkap di blog ini, kategori My Full). Memang seharusnya, ketika baca puisi tersebut…secara emosi akan terbawa pada setting melow2….mendayu-dayu (Fiuh) dan secara logika ketika baca puisi tersebut hasilnya tanggapan seperti apa yang q tulis di My Full. So whats Up…..
Anehnya, Sapardi di mata Raditya Dika (baca kambing jantan, babi ngesot, etc) jadi kayak gini…
Ni diambil dari blog Raditya….
Dari penyair-penyair Indonesia, cuman Sapardi Djoko Damono yang bisa bikin gue jadi “aaaaaaaaah” sambil bikin lemes. Gue jatuh cinta sama dia semenjak baca puisinya yang ini, yang udah lumayan banyak dikutip orang-orang..
AKU INGIN
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Aaaaah. Pak Sapardi, kalo mo bunuh gue, bunuh aja pake piso, gak usah pake kata-kata. Kalo aja Pak Sapardi cewek, pasti udah gue kawinin. Gue sering berandai-andai, kalo gue kawin sama Sapardi, anaknya bakalan kayak gimana ya? Hmmmmmmmm. Mari kita lakukan eksperimen.
ini lah radith pembawa gen ganteng
dikawinkan dengan..
sapardi, si pujangga keren bangetz (sampe harus pake “z”)
anaknya akan menjadi..
SAPARDITH DJOKO DAMONO, alias alien nyasar
Wah, ganteng juga anak kita berdua.
Jadi terharu.
In the end, gue jadi ngebacain puisi-puisi Sapardi Djoko Damono di internet. Ini membuat gue ngerti bahwa ternyata kata-kata, yang tadinya cuman kumpulan huruf, bisa punya kekuatan yang begitu dasyat untuk ngebuat dada ini ngerasa anget. My favorite pick, untuk bulan puasa ini..
SAJAK-SAJAK KECIL TENTANG CINTA
/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku
Aaaaaaaaaaaaaah. Lemes gue.
He…he…So, wajar aja kan ketika tercipta karsa yang berbeda. Masing-masing orang punya kacamata yang berbeda. Jadi, suatu hal dimata seseorang penangkapan indranya belum tentu sama ama penangkapan indra orang lain. Kalo Sapardi di mata aku n di mata Dika, berarti satunya pake kacamata biasa , satunya pake kacamata kuda. Tapi satu kesamaan….mantra sapardi bikin nyes di ati….
So, Pop…..masih mau muntah????silahkan…