God is the Light of the heavens and the earth. The parable of His Light is as if there were a Niche and within it a Lamp: the Lamp enclosed in Glass: the glass as it were a brilliant star: lit from a blessed Tree, an Olive, neither of the East nor of the West, whose Oil is well nigh Luminous, though fire scarce touched it: light upon Light! God doth guide whom He will to His Light: God doth set forth Parables for men: and God doth know all things.
(QS.24:35)
January 22, 2010
God is the Light of the heavens and the earth. The parable of His Light is as if there were a Niche and within it a Lamp: the Lamp enclosed in Glass: the glass as it were a brilliant star: lit from a blessed Tree, an Olive, neither of the East nor of the West, whose Oil is well nigh Luminous, though fire scarce touched it: light upon Light! God doth guide whom He will to His Light: God doth set forth Parables for men: and God doth know all things.
(QS.24:35)
Aku dan masa laluku
15 Okt ‘06
Bagaimana bisa…! Setelah aku yang sekarang dibangun oleh rentetan kejadian masa lalu kemudian lari begitu saja dan berpura-pura tak pernah terjadi apapun.
Bagaimana bisa aku melupakan hal indah, tangis, dan kesendirian yang pernah menginspirasiku.
Aku tak hidup dalam masa laluku, tapi juga tak meninggalkan masa laluku. Aku masih mengingat bagaimana aku belajar mengeja, bagaimana aku merasa hebat berdiri bersama sahabatku, bagaimana ‘menyukai’ membuat merah pipiku, dan bahkan aku ingat bagaimana kekecewaan membuatku menangis hingga menyisakan keluh bahkan dalam tawaku. Aku masih mengingatnya…masih! Aku ingat setiap angle yang mengantarkanku sampai disini…
Bagaimana bisa aku harus membuang semua itu….
Sementara melihat hal kecil yang pernah singgah dalam kisahku, aku merasa waktu langsung bergulir ke belakang.
Dan, aku menemukan diriku kala itu!
‘Melihat laut, ombak dan pantai…aku ingat bagaimana aku membangun perasaan yang belum kusadari’
‘Lalu, malam, bulan dan bintang membawaku mengingat kembali kesendirian dan pertanyaan-pertanyaan yang tak mampu kujawab’
‘Sementara padi, kereta, dan angin menenggelamkanku pada kenyataan bahwa ada air mata dalam senyumku’
‘belum lagi setiap nada dan melodi yang mengantarkanku pada masa kebekuan yang pernah mengharukanku’
Itu aku! Aku dan masa laluku….
Aku melalui banyak tawa, bahkan tangis.
Aku melalui banyak kegembiraan, bahkan kekecewaan.
Aku melewati kebersamaan sekaligus kesendirian.
Sebuah ironi…namun sedikitpun tak pernah kucapai kesimpulan untuk meninggalkannya.
Aku dibangun oleh masa lalu, waktu yang pernah kulewati.
Dan aku tak akan meninggalkannya.
Aku tidak hidup dalam masa lalu, namun tak juga kutinggalkan masa laluku.
Aku ada karena masa lalu, tapi masa lalu tak bisa membuatku tiada…
Biarlah masa lalu sebagai bayangan, penanda bahwa aku ada…
Biarlah masa lalu sebagai bayangan, mengikuti kemana aku melangkah tanpa membebani sedikitpun langkahku…
Namun aku tak bisa meninggalkan bayangku, yang berarti aku tak bisa meninggalkan masa laluku, kecuali oleh satu hal…
Kegelapan yang memusnahkan bayangan, dan kegelapan…bagiku adalah kematian!!!
March 28, 2009
Aku menangisi kekerdilanku
Seperti berdiri di alam raya yang luas
Diantara pengejawantahan kesempurnaan wujud
Aku menertawakan kelemahanku
Ketika hukum dan hujjah melahap kesombonganku
Namun sedikit aku bernafas lega
Mata hatiku masih tertambat
Naluriku masih meyakini
Justru diantara keterbatasanku itu!!!
Next Post
Malang…..2003
Kunanti saat turbin mengajakku berlari
Kutunggu ketika kecapi mimpi mengantarkan cita
Aku akan berdiri
Kulepas pagi di sini
Aku akan mengejar rindu
di bumi yang pahatkan takdirku
Tunggulah aku…
Tunggu aku di Jakartamu…
August 23, 2008
Sapardi Djoko Damono boleh dibilang Maestro, penyair kontempore <!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Sapardi Djoko Damono boleh dibilang Maestro, penyair kontemporer. Puisinya ringan tapi dalem dan lebih menyukai mengunakan bahasa alam sebagai kiasan. Hasilnya justru di situlah poin plus puisi-puisi Sapardi. Yang paling ngetop dan familiar yaitu puisi Sapardi “Aku Ingin”( Udah ditulis lengkap di blog ini, kategori My Full). Memang seharusnya, ketika baca puisi tersebut…secara emosi akan terbawa pada setting melow2….mendayu-dayu (Fiuh) dan secara logika ketika baca puisi tersebut hasilnya tanggapan seperti apa yang q tulis di My Full. So whats Up…..
Anehnya, Sapardi di mata Raditya Dika (baca kambing jantan, babi ngesot, etc) jadi kayak gini…
Ni diambil dari blog Raditya….
Dari penyair-penyair Indonesia, cuman Sapardi Djoko Damono yang bisa bikin gue jadi “aaaaaaaaah” sambil bikin lemes. Gue jatuh cinta sama dia semenjak baca puisinya yang ini, yang udah lumayan banyak dikutip orang-orang..
AKU INGIN
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Aaaaah. Pak Sapardi, kalo mo bunuh gue, bunuh aja pake piso, gak usah pake kata-kata. Kalo aja Pak Sapardi cewek, pasti udah gue kawinin. Gue sering berandai-andai, kalo gue kawin sama Sapardi, anaknya bakalan kayak gimana ya? Hmmmmmmmm. Mari kita lakukan eksperimen.
ini lah radith pembawa gen ganteng
dikawinkan dengan..
sapardi, si pujangga keren bangetz (sampe harus pake “z”)
anaknya akan menjadi..
SAPARDITH DJOKO DAMONO, alias alien nyasar
Wah, ganteng juga anak kita berdua.
Jadi terharu.
In the end, gue jadi ngebacain puisi-puisi Sapardi Djoko Damono di internet. Ini membuat gue ngerti bahwa ternyata kata-kata, yang tadinya cuman kumpulan huruf, bisa punya kekuatan yang begitu dasyat untuk ngebuat dada ini ngerasa anget. My favorite pick, untuk bulan puasa ini..
SAJAK-SAJAK KECIL TENTANG CINTA
/1/
mencintai angin
harus menjadi siut
mencintai air
harus menjadi ricik
mencintai gunung
harus menjadi terjal
mencintai api
harus menjadi jilat
/2/
mencintai cakrawala
harus menebas jarak
/3/
mencintai-Mu
harus menjelma aku
Aaaaaaaaaaaaaah. Lemes gue.
He…he…So, wajar aja kan ketika tercipta karsa yang berbeda. Masing-masing orang punya kacamata yang berbeda. Jadi, suatu hal dimata seseorang penangkapan indranya belum tentu sama ama penangkapan indra orang lain. Kalo Sapardi di mata aku n di mata Dika, berarti satunya pake kacamata biasa , satunya pake kacamata kuda. Tapi satu kesamaan….mantra sapardi bikin nyes di ati….
So, Pop…..masih mau muntah????silahkan…
July 16, 2008
DeNgan KesEdeRhaNaan
kata SaparDi ,
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana…..
seperti kata yang tak pernah diucapkan kayu kepada api yang menjadikannnya abu”
“aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan kata yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
taK bolehkah….?????
Banyak yang kemudian berlalu-lalang dalam otakku…
Hari ini saja, pikiran-pikiran itu telah merampas air mataku, menjatuhkannya perlahan dan menyisakan kegetiran jauh di hatiku. Bukan karena kesedihan yang mengharu, namun lebih karena ironi yang mengejawantah atas keadaan ‘sakit’ di sekelilingku, yang kemudian memunculkan sebuah tanya, apakah lantas nasionalisme terhadap bangsa dipertanyakan hanya karena aku selalu mengkritisi banyak segi yang membuat nuraniku tergetar?????
Aku bukan satu diantara mereka yang ada di fron paling depan yang punya mimpi utopis terhadap ‘keberdaan bangsa ini’, aku juga bukan satu diantara pemegang kendali yang lantas bisa ‘mengatur’ agar bisa memanage segala ‘kekacauan’ ini. Aku bukan ‘Kartini’ yang sempat menorehkan semangat pergerakan untuk bangsa ini, aku juga bukan ‘Chairil’ yang mampu menginspirasi dengan sajaknya, bukan Gie yang memukau dengan ‘prokon’nya sebagai aktivis, bukan pula Elang, atau bahkan ‘x’ yang mengisi penuh blognya dengan artikel yang membuatku mengangguk, mengiyakan! Aku bahkan tak tahu harus memposisikan aku dimana, tapi yang pasti aku masih tergetar melihat semua ini, masih menangis dalam relung terdalam, dan berkeyakinan bahwa “hanya ada satu tanah yang disebut tanah airku, Ia tumbuh dari perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku!!!!!”1
1 Hatta, Disatir dari Rene De Clerq
July 13, 2008
My First
Kya ^^……
Gaptek…hareee gni baru NgeBlog
Pembelaan Diri: Duh…..kan ga da waktu..scara Blog yg d FS pun terlantar. Lagian dah mulai memasuki bulu2 kelinci (Sophie Verden_Red), terjebak dengan rutinitas, so lupa mempertanyakan dan manjawab….merenungkan dan menarik ‘silver lining’nya…
gara2 jadi ‘money grubbed’ mpe lupa mengaktualisasikan diri;)….lupa menetaskan telor2 yang mendekam di otakq…lupa…..
hoping….laksana dinding….ini adalah batu pertama, moga ada batu2 selanjutnya (Shihab mind_red)
So….TaRRRRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA………………. ^-^