Aku menangisi kekerdilanku
Seperti berdiri di alam raya yang luas
Diantara pengejawantahan kesempurnaan wujud
Aku menertawakan kelemahanku
Ketika hukum dan hujjah melahap kesombonganku
Namun sedikit aku bernafas lega
Mata hatiku masih tertambat
Naluriku masih meyakini
Justru diantara keterbatasanku itu!!!